Laporan Praktikum Anatomi Katak Sawah (Fejervarya cancrivora)


ANATOMI KATAK SAWAH (Fejervarya cancrivora)


 








Oleh :
Nama              : Ahnisa Mustadhafina
NIM                : B1A017144
Rombongan   : VIII
Kelompok      : 2
Asisten            : Lisa Purwandari Rahayu







LAPORAN PRAKTIKUM STRUKTUR HEWAN






KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS BIOLOGI
PURWOKERTO
2018
I.  PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
       Amphibia merupakan hewan yang hidup dengan bentuk kehidupan yang mula-mula di air tawar, kemudian dilanjutkan di darat. Fase kehidupan di dalam air berlangsung sebelum alat reproduksi masak.Keadaan ini merupakan fase larva yang disebut berudu.Fase berudu ini menunjukkan sifat antara Pisces dan Reptilia.Sifat ini menunjukkan bahwa Amphibia adalah kelompok Chordata yang pertama kali hidup di daratan.Beberapa pola menunjukkan pola baru yang disesuaikan dengan kehidupan darat, misalnya kaki, paru-paru,nares (hidung) yang mempunyai hubungan dengan cavum oris dan alat penghidupan yang berfungsi dengan baik di dalam air maupun di darat (Jasin, 1989). Amfibi adalah vertebratayang paling umum di banyak hutan danmemiliki peran penting dalam dinamika ekosistem (Sularte et al., 2015).
       Katak sawah (Fejervarya cancrivora) termasuk dalam Ordo Anura dan memiliki ciri khas diantaranya adalah tubuh berukuran besar dengan lipatan-lipatan kulit atau bintil-bintil kulit yang memanjang dan pararel dengan sumbu tubuh.Katak sawah bertubuh kecil sampai agak gempal, dengan kaki yang kuat dan paha yang berotot besar (Duellman &Trueb, 1986).Anura terdiri dari katak dan kodok yang memiliki jumlah ordo yang cukup banyak, dengan jumlah spesies 5.208 spesies (Stuarte et al., 2008). Katak dan kodok memiliki perbedaan, dimana katak mudah dikenal dari tubuhnya yang khas dengan memiliki empat kaki, leher yang tidak jelas, mata cenderung besar, permukaan kulit licin dan berlendir, sedangkan kodok tekstur kulit kasar dan berbenjol yang diliputi bintil-bintil berduri, tangan dan kaki cenderung lebih pendek dibandingkan dengan kaki katak (Ario, 2010).
       Praktikum kali ini menggunakan preparat katak sawah (Fejervarya cancrivora). Katak sawah sangat mudah didapat pada habitat aslinya dan juga sebagai wakil dari Classis Amphibia yang tidak baracun dan berbahaya.Selain itu, anatomi tubuh katak juga sederhana dan tidak terlalu rumit untuk dipelajari.
B.Tujuan
       Tujuan dari praktikum Struktur Hewan kali ini adalah untuk mengamati dan mempelajarimorfologi dan anatomikatak sawah (Fejervarya cancrivora).
                                                                                   
II. MATERI DAN CARA KERJA
A.  Materi
      Alat yang digunakan adalah gunting bedah, pinset, masker, lateks, dan bak preparat.
      Bahan yang digunakan adalah katak sawah (Fejervarya cancrivora), tissue,dan kloroform.
B. Cara Kerja
   Metode yang digunakan dalam praktikum ini adalah, sebagai berikut:
1.      Seekor katak hidup dimatikan dengan cara dibius menggunakan kloroform hingga mati lemas
2.      Katak diletakkan dalam bak preparat
3.       Rongga mulut dibuka untuk diamati organ didalamnya
4.      Kulit katak digunting dari medio-posterior ke arah anterior, kulit ditarik menggunakan pinset, lalu digunting kulitnya. Bagian otot diamati.
5.      Bagian otot yang telah diamati kemudian digunting dari medio-posterior ke arah anterior hingga organ dalam katak terlihat
6.      Kulit bagian ekstremitas posterior digunting dari femur hingga crus
7.      Bagian otot ekstremitas posterior diamati


                         III. HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil
B.Pembahasan
            Katak sawah (Fejervarya cancrivora) yang termasuk dalam Kingdom Animalia, Phylum Chordata, Subphylum Vertebrata, Classis Amphibia, Ordo Anura, Familia Dicroglossidae, Genus Fejervarya. Katak sawah (Fejervarya cancrivora) terdiri dari empat bagian yaitucaput, truncus, extremitas anterior danextremitas posterior. Caput berbentuk segi tiga  dan memiliki beberapa organ yaitucavum oris, organon visus, membran tymphani dan nares externa. Cavum orisberukuran lebar dan tidak berada diujung kepala, tetapi sedikit ke bawah. Cavum orismembelah secara horizontal hampir keseluruh bagian kepala. Nares externa berukuran kecil, membran tymphani berbentuk cincin berwarna coklat kehitam-hitaman (Pujaningsih, 2007).
            Mata katak berpasangan dan bentuknya menonjol keluar yang terletak di sebelah postero dorsal dari hidung.Mata tersebut dilindungi oleh dua buah palpebra atau kelopak mata, yaitu palpebra inferior (berupa kulit yang tidak dapat digeser-geserkan). Mata juga dilindungi oleh selaput yang disebut membrana  nictitans yang dapat digerakkan  ke arah superior-inferior. Selaput ini melindungi mata saat katak berada di dalam air.Mulut katak berfungsi dalam pernapasan dan pengambilan makanan.Mulut terletak pada ujung anterior dari caput, lebar dan dibatasi oleh os mandibula (tulang rahang bawah) yang tidak bergigi dan os premaksilla dan maksilla (tulang rahang atas) dengan gigi kecil berbentuk kerucut tajam.Hidung (nares) berhubungan dengan mulut melalui struktur yang disebut choane.Membran tymphani atau selaput gendang pendengaran terletak poste-lateral dari mata.Membran ini dikelilingi oleh annulus tympanicus (cincin rawan) yang ditengahnya membayang columella (tulang telinga) sebesar sebuah titik (Radiopoertro, 1996).Pengamatan karakter morfologi katak jantan dan betina dapat dibedakan dengan melihat ukuran tubuh, tubuh betina relatif lebih besar daripada katak jantan.Katak jantan juga memilik saccus vocalis atau pita suara, sedangkan katak betina tidak memilikinya (Prafiadi et al., 2016).
            Tubuh katak tersusun atas 3 macam otot.Otot polos yang kerjanya diluar kemauan, otot lurik yang kerjanya dalam kemauan dan otot jantung yang kerjanya di luar kemauan.Sistem otot pada katak dibagi menjadi empat bagian, yaitu sistem otot pada bagian kepala, sistem otot daerah pectoral, sistem otot daerah abdomen, dan sistem otot pada extrimitas posterior.Sistem otot pada bagian kepala terdiri dari muscullus mandibularis dan muscullus. Sistem otot pada daerah pectoral terdiri dari  muscullus pars episternalis, muscullus pars scapularis, muscullus coracoradialis, muscullus deltoideus, muscullus epicoracoid, dan muscullus abdominalis. Muscullus pectoralis terdiri dari tiga muscullus, yaitu muscullus coracoradialis, muscullus epicoracoid, dan muscullus abdominalis.Sistem otot daerah abdomen terdiri dari muscullus rectus abdominis, muscullus obliqus externus, dan muscullus obliqus internus.Muscullus rectus abdominis terdapat medio ventral tubuh yang ditengahnya terdapat tendo berwarna putih yang disebut linea alba dan juga terdapat inscriptio tendinae. Daerah extrimitas posterior terdapat muscullus trisepfemoris,muscullus gracillis minor, muscullus gracillis mayor,muscullus sartorius, dan muscullus adductor magnus. Pada bagian crus dibangun oleh muscullus gastronimeus,muscullus tibialis anticus longus, muscullus tibialis anticus brevis, muscullus tibialisposticus, dan juga terdapat otot tendon dan tulang tibio fibula (Djuhanda,1984).
            Alat pencernaan pada katak terdiri dari mulut, faring (lanjutan dari cavum oris dengan bentuk yang pendek sekali dan menyempit), esofagus, gastrum (berdinding tebal dengan bagian anterior dan melebar dibandingkan dengan bagian posteriornya), pylorus (letaknya diantara gastrum dan duodenum dengan bentuk menyempit), intestine dan colon.Kelenjar pencernaan pada amfibi, terdiri atas hati dan pankreas.Hati berwarna merah kecokelatan, terdiri atas lobus kanan yang terbagi lagi menjadi dua lobulus.Hati berfungsi mengeluarkan empedu yang disimpan dalam kantung empedu yang berwarna kehijauan.Pankreas berwarna kekuningan, melekat diantara lambung dan usus dua belas jari (duodenum).Pankreas berfungsi menghasilkan enzim dan hormon yang bermuara pada duodenum (Jasin, 1992).
            Sistem pencernaan dimulai dari mulut yang memiliki gigi sejati.Lidah katak untuk menangkap makanan atau mangsa seperti serangga. Saluran pencernaan mulai dari esofagus yang sagat pendek, terdiri dari konstruksi yang kecil-kecil, tepinya bersilia dan sebagai alat cerna yaitu sel-sel secretoris, kemudian ke usus 12 jari dan usus halus yang berkelok-kelok dan selanjutnya ke usus besar yang lebar. Setelah ke usus besar langsung menuju ke kloaka, yaitu tempat lubang pelepasan (Kastowo, 1984).
            Pembuahan pada katak dilakukan di luar tubuh. Katak jantan akan melekat di punggung betinanya dan memeluk erat ketiak si betinanya dari belakang. Sambil berenang di air, kaki belakang katak jantan akan memijat perut katak betina dan merangsang pengeluaran telur. Katak jantan akan melepaskan spermanya ke air, sehingga bisa membuahi telur-telur yang dikeluarkan si betina. Telur tersebut berkembang menjadi larva dan mencari nutrisi yang dibutuhkan dari lingkungannya, kemudian berkembang menjadi dewasa dengan bentuk tubuh yang memungkinkannya hidup di darat, sebuah proses yang dikenal metamorfosis (Radiopoertro, 1996).
            Sistem reproduksi katak sawah jantan terdiri atas testis, vena defferensia, ductus spermachitus, dan vesicula seminalis.Testis berjumlah sepasang berbentuk bulat telur, berwarna putih kekuningan, terletak di atas ginjal dan berisi cadangan makanan yang digunakan pada musim kawin.Jaringan ini menghasilkan spermatozoid yang dilindungi oleh selaput nesopehium.Spermatozoa dikeluarkan melalui vena defferensia melalui bagian lateral dan ren.Vena defferensia berupa saluran halus dari testis serta melalui nesorchium.Selanjutnya sperma dikeluarkan melalui ren dan bermuara di ductusurospemachitus.Ductus spermachitus, sepasang terletak pada bagian lateral dan ren bermuara di kloaka.Saluran ini menyalurkan spermatozoa dan urin ke kloaka.Vesicula seminalis, merupakan bagian caudal dari ductus urospermachitus serta tempat penyimpanan terakhir dari spermatozoa (Radiopoertro, 1996).
            Sistem reproduksi pada katak betina yaitu ovarium, merupakan sepasang kantong yang terdiri dari sel-sel telur dan bila banyak akan menutupi seluruh bagian abdomen serta dilindungi oleh selaput tipis nesovarium yang dengan bantuan gerakan silia serta otot abdomen telur, telur tersebut didorong ke depan menuju osteum tuba yang terletak di kiri dan kanan dan merupakan pangkal dari saluran telur. Saluran telur, sepasang berliku-liku dan berwarna putih telur yang masak dan masuk ke oviduk, dan sebelum bermuara di kloaka akan masuk ke uterus.  Uterus merupakan tempat penyimpanan sementara sel telur sebelum keluar dari tubuh karena fertilisasi.Badan-badan lemak (corpus adiposum) menyerupai daun berwarna kekuningan yang terletak di atas ginjal dan berisi cadangan makanan yang digunakan musim kawin (Radiopoertro, 1996).
            Sistem otot pada katak dibagi menjadi empat bagian, yaitu sistem otot pada bagian kepala, sistem otot daerah pectoral, sistem otot daerah abdomen atau ventral dan sistem otot pada extremitas posterior.Hasil dari pengamatan yang didapat adalah bahwa sistem otot daerah abdomen atau ventral dari katak sawah (Fejervarya cancrivora) terdiri dari musculus rectus abdominis, musculus obliqus externus danmusculus obliqus internusMusculus rectus abdominis terdapat medio ventral tubuh yang ditengahnya terdapat tendo berwarna putih yang disebut linea alba dan juga terdapat inscriptio tendinae yang berjumlah empat pasang (Moment, 1967).
            Sistem otot pada extremitas posterior dari katak sawah (Fejervarya cancrivora) terdiri dari dua bagian, yaitu pada bagian femur (paha) dan crus (betis). Bagian femur dapat dikenali otot dari arah lateral ke medial antara lain :muscullus trisep femoris, muscullus sartorius, muscullus adductor magnus, muscullus gracillis mayor dan muscullus gracillis minor. Otot yang membangun bagian dari betis katak sawah antara lain muscullus gastronimeus, muscullus tibialis anticus longus, muscullus tibialis anticus brevis dan muscullus tibialis posticus (Moment, 1967).


IV. KESIMPULAN
Berdasarkanhasil pengamatan dan pembahasan praktikum Anatomi Katak Sawah (Fejervarya cancrivora), dapat disimpulkan bahwa :
1. Secara morfologi, katak sawah (Fejervarya cancrivora) memiliki empat bagian yaitu caput, truncus, extremitas anterior dan extremitas posterior. Caput berbentuk segi tiga yang terdiri atas cavum orisnares externa, membran tymphani yang berbentuk cincin berwarna coklat kehitam-hitaman  dan mata yang memiliki dua kelopak. Morfologi katak jantan dan betina dapat dibedakan dengan melihat ukuran tubuh, tubuh betina relatif lebih besar daripada katak jantan. Katak jantan juga memilik saccus vocalis atau pita suara, sedangkan katak betina tidak memilikinya.
2. Secara anatomi, katak (Fejervarya cancrivora) memiliki sistempencernaan yaitu mulut, faring, esofagus, gastrum, pylorus, intestine dan colon.Sistem reproduksi katak sawah jantan terdiri atas testis, vena defferensia, ductus spermachitus, dan vesicula seminalis. Sistem reproduksi pada katak betina yaitu ovarium, osteum tuba, oviduk, dan uterus. Sistem otot pada katak dibagi menjadi empat bagian, yaitu sistem otot pada bagian kepala, sistem otot daerah pectoral, sistem otot daerah abdomen atau ventral dan sistem otot pada extremitas posterior.

DAFTAR PUSTAKA

Ario, A., 2010. Panduan Lapangan Satwa Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Jakarta: Conversation International Indonesia.
Djuhanda, T., 1984. Analisa Struktur Vertebrata Jilid 2. Bandung: Armico
Duellman, W.E. & L.Trueb.,1986.Biology of Amphibians. Newyork: McGraw – Hill Book Company
Jasin, M., 1989. Sistematika Hewan (Vertebrata dan Invertebrata). Surabaya: Sinar Wijaya
Jasin, M., 1992. Zoologi Vertebrata untuk Perguruan Tinggi. Surabaya: Sinar Wijaya
Kastowo., 1984.Anatomi Komparativa. Jakarta: Erlangga.
Moment, G. B.,1967. General Zoology. Boston: Bentley Glass.
Prafiadi,Kurniawan, &Hamidy, A., 2016. Keberagaman Spesies Katak Pohon Hijau Papua Litoria infrafrenata infrafrenata Tyler, 1971 pada Wilayah Kepulauan Wallacea dan Indo-Australia.Jurnal Ilmiah, 7(1), pp 34-42.
Pujaningsih, R. I., 2007Kodok LembuYogyakartaKanisius        
Radiopoertro., 1996. Zoologi.Jakarta: Erlangga.
Sularte, R., Boyles, Calomot, Demetilo, Ombat, Ngilangil, M., & Binag, G., 2015.Species distribution and abundance of amphibians in two vegetation types of Agusan Marsh, Philippines.International Journal of the BiofluxSociety, 7(1).
Stuarte, S., Michael, Janice, C., Neil, Richard, B., Pavithra & Bruce, Y., 2008.Threatened Amphibians of The World. USA: Conservation International.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Laporan Praktikum Anatomi Ikan Nilem (Osteochilus vittatus) dan Ikan Lele (Clarias gariepinus)

Laporan Praktikum Anatomi Merpati (Columba domestica)

Laporan Praktikum Histologi I