Laporan Praktikum Histologi I
HISTOLOGI I
Oleh :
Nama : Ahnisa
Mustadhafina
NIM : B1A017144
Rombongan : C2
Kelompok : 2
Asisten : Angelin Marhavyna Cristy
NIM : B1A017144
Rombongan : C2
Kelompok : 2
Asisten : Angelin Marhavyna Cristy
LAPORAN PRAKTIKUM
STRUKTUR DAN PERKEMBANGAN TUMBUHAN
II
KEMENTERIAN
RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS
JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS
BIOLOGI
PURWOKERTO
2018
I.PENDAHULUAN
Jaringan
adalah kumpulan sel yang mempunyai bentuk, asal, fungsi, dan struktur yang sama.
Untuk melakukan proses-proses hidup pada tumbuhan terdapat bermacam-macam sel
yang mana mempunyai fungsi-fungsi tertentu (Parjatmo, 1987). Epidermis
merupakan lapisan sel terluar dari daun, bagian bunga, buah dan biji, serta
dari batang dan akar sebelum menjalani penebalan sekunder(Iserep, 1993). Epidermis
ini biasanya tersusun dari satu lapisan sel saja dan pada irisan permukaan
sel-selnya tampak berbentuk macam-macam, misalnya isodeamitris yang memanjang,
berlekuk-lekuk atau menampakkan bentuk lainnya.Letak dari sel-sel epidermis
kenyataannya begitu rapat sehingga karenanya diantara sel-sel tidak terdapat
ruang-ruang antar sel. Kenyataan bahwa adanya protoplasma yang walaupun hanya
sedikit yang melekat pada dinding selnya, menandakan bahwa sel-sel epidermis
itu masih hidup (Sutrian, 2004).
Jaringan parenkim
merupakan jaringan tanaman yang paling umum dan belum
berdiferensiasi.Kebanyakan karbohidrat non-struktural dan air disimpan oleh
tanaman pada jaringan ini.Berdasarkan fungsinya, jaringan parenkim dibedakan
menjadi beberapa macam yaitu parenkim asimilasi (klorenkim), parenkim penimbun,
parenkim air, dan parenkim penyimpan udara (Aulia, 2010).
Parenkim pada tubuh
primer berkembang dari jaringan meristem dasar.Selain itu, ada pula parenkim
yang menjadi bagian dari jaringan pembuluh dan berkembang dari prokambium, pada
tubuh sekunder parenkim berkembang dari kambium pembuluh serta kambium gabus
(felogen) (Savitri, 2005). Banyak sel parenkim yang bersegi banyak dan garis
tengahnya dalam berbagai bidang hampir sama (isodiametris). Akan tetapi juga
ada bentuk-bentuk lain seperti prismatis memanjang, bentuk tidak beraturan,
bercabang-cabang berbentuk bintang (aktinenkim), dan parenkim yang bentuk
dindingnya berlekuk-lekuk (lipatan) (Savitri, 2008).
II. TUJUAN
Tujuan dari praktikum kali ini
adalah, sebagai berikut :
1. Mengamati derivat-derivat epidermisseperti
stomata, trikoma, sel silika dan sel gabus
2. Mengamati jaringan dasar
III.
MATERI DAN METODE
A. Materi
Alat yang
digunakan pada praktikum ini adalah kaca benda, kaca penutup, silet, pipet tetes, jarum
preparat dan mikroskop.
Bahan yang
digunakan pada praktikum ini adalah irisan membujur epidermis batang tebu (Saccharum officinarum), irisan membujur
daun adam hawa (Rhoeo discolor),
irisan membujurdaun jagung (Zea mays),
irisan melintang daun bunga kumis kucing (Orthosiphon
stamineus), irisan membujur daun durian (Durio zibethinus), dan irisan melintang tangkai daun bunga tasbih (Canna sp).
B.
Metode
1. Batang tebu (Saccharum
officinarum), daun adam hawa (Rhoeo
discolor), daun jagung (Zea mays),
dan daun durian (Durio zibethinus) diiris
secara membujur menggunakan silet
2.
daun bunga kumis kucing (Orthosiphon
stamineus) dan tangkai daun bunga tasbih (Canna sp) diiris secara melintang menggunakan silet
3.
Letakkan irisan preparat-preparat tersebut di atas objek gelas, lalu ditetesi
air dan ditutup dengan gelas penutup
4.
Preparat diamati di bawah mikroskop
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
A.
Hasil
1 2 3
|
Keterangan Gambar :
1.
Epidermis
2.
Sel
gabus
3.
Sel
silika
|
Gambar 4.1. Irisan membujur epidermis batang tebu (Saccharum officinarum) perbesaran 400 X
1 2 3 4
|
Keterangan Gambar :
1. Sel penutup
2. Sel tetangga
3. Porus
4. Epidermis
Tipe Stoma : Amaryllidaceae
Bentuk sel penutup : Ginjal
|
Gambar 4.2. Irisan membujur daun adam hawa (Rhoeo
discolor) perbesaran 400 X
1 2 3 4
|
Keterangan Gambar :
1. Sel penutup bentuk halter
2. Sel tetangga
3. Porus
4. Epidermis
Tipe
stoma : Graminae
|
Gambar 4.3.
Irisan membujur daun jagung (Zea mays)
perbesaran 400 X
1 2 3 4 5
|
Keterangan Gambar :
1. Epidermis atas
2. Trikomata
3. Jaringan palisade
4. Jaringan spons
5. Epidermis bawah
Tipe trikoma : Glanduler
|
Gambar 4.4.
Irisan melintang daun kumis kucing (Orthosiphon
stamineus) perbesaran 400 X
1 2
|
Keterangan Gambar :
1. Trikoma bentuk sisik
2. Trikoma bentuk bintang
Tipe
trikoma : Non glanduler
|
Gambar 4.5.
Irisan epidermis bawah daun durian (Durio
zibethinus) perbesaran 100 X
1 2
|
Keterangan Gambar :
1. Aktinenkim
2. Aerenkim
|
Gambar 4.6.
Irisan melintang tangkai daun bunga tasbih (Canna
sp) perbesaran 400 X
B.
Pembahasan
Sel-sel
dengan struktur khusus yang berfungsi sebagai jaringan pelindung adalah sel-sel
epidermis beserta derivatnya.Jaringan pelindung berperan untuk mencegah air,
kerusakan mekanis, melindungi perubahan suhu yang ekstrim, dan menjaga
kehilangan zat-zat makanan dari tumbuhan.Sel-sel epidermis beserta derivatnya
terletak pada seluruh bagian tubuh tumbuhan paling luar, sehingga membentuk
suatu sistem yang dikenal sebagai jaringan kulit.Jaringan kulit terdiri dari
epidermis, stomata, trikoma, litosis, sel-sel kipas, sel-sel silika, dan
lain-lain (Hidayat, 1995).
Stomata
adalah porus atau lubang-lubang yang terdapat pada epidermis yang masing-masing
dibatasi oleh dua buah guard cell
atau sel-sel penutup.Guard cell
adalah sel-sel epidermis yang telah mengalami perubahan bentuk dan fungsi, juga
dapat mengatur besarnya lubang-lubang yang ada diantaranya (Sutrian, 2004).
Menurut Hidayat (1995), berdasarkan susunan sel epidermis yang ada di samping
sel penutup, stomata pada tumbuhan dikotil dapat dibagi menjadi empat jenis,yaitu
:
1.
Jenis
anomositik, yaitu sel penutup dikelilingi oleh sejumlah sel yang tidak berbeda
ukuran dan bentuknya dari sel epidermis lainnya. Jenis ini umumnya terdapat
pada Ranunculacae.
2.
Jenis
anisositik, yaitu sel penutup dikelilingi tiga buah sel tetangga yang tidak
sama besar. Jenis ini umum terdapat pada Crucifirae.
3.
Jenis
parasitik, yaitu setiap sel penutup diiringi sebuah sel tetangga atau lebih
dengan sumbu panjang sel tetangga itu sejajar sumbu sel penutup celah. Jenis
ini umumnya terdapat pada Rubiaciae.
4.
Jenis
diasitik, yaitu setiap stomata dikelililngi dua sel tetangga. Jenis ini umum
terdapat pada Acanthaciae.
Beberapa sel
epidermis daun atau cabang membentuk tonjolan dalam bentuk rambut atau
trikoma.Trikoma dapat tersebar dalam bentuk tunggal, tetapi adakalanya
bergerombol.Trikoma dapat terdiri dari sel tunggal atau beberapa sel bergabung
dengan berbagai bentuknya (Fahn, 1991).Trikoma dapat dibagi menjadi dua jenis.Trikoma
yang tidak menghasilkan secret, dapat berbentuk rambut bersel satu atau sel
banyak, rambut sisik yang memipih dan bersel banyak, rambut bercabang dan
bersel banyak, dan rambut akar.Trikoma yang menghasilkan sekret dapat bersel
satu atau bersel banyak dan berupa sisik, trikoma yang menghasilkan sekret yang
kental atau koleter, rambut gatal, dan trikoma yang menghasilkan nektar
(Hidayat, 1995).
Sel silika
dan sel gabus sering kali secara berturut-turut dibentuk dalam pasangan di
sepanjang daun. Sel-sel silika yang berkembang sepenuhnya mengandung
badan-badan silika yang berupa massa silika yang isotropik dan di
tengah-tengahnya buasanya berupa granula-granula renik. Bentuk yang mungkin
muncul yaitu bulatan, elips, halter, atau berbentuk pelana.(Fahn, 1991).
Jaringan
parenkim merupakan bagian utama sistem jaringan dasar dan terdapat pada
berbagai organ sebagai jaringan yang berkesinambungan seperti pada korteks dan
empulur batang, korteks akar, jaringan dasar pada tangkai daun, mesofil daun,
bagian buah yang berdaging, serta dalam jaringan pembuluh (xylem dan floem) (Savitri,
2005).Berdasarkan ukuran selnya, parenkim penyusun korteks pada batang tumbuhan
dibedakan atas dua bagian, bagian yang pertama berbatasan dengan epidermis,
terdiri atas sel-sel parenkim yang berukuran besar dan terdapat kloroplas,
sedangkan bagian yang dekat dengan silinder pusat memiliki ukuran yang lebih
kecil (Bria, 2018).
Menurut
Sumardi (1993), parenkim digolongkan
menjadi beberapa jenis berdasarkan fungsinya, antara lain :
1.
Parenkim asimilasi, terdapat pada bagian tubuh tumbuhan yang
berwarna hijau. Bentuk parenkim asimilasi pada daun ada 2 macam, yaitu bentuk
tiang yang disebut jaringan tiang dan bentuk bunga karang yang disebut jaringan
bunga karang.
2.
Parenkim udara, terdapat pada organ pengapung, misalnya pada
empulur batang Juncus. Sel parenkim yang mempunyai fungsi untuk menyimpan udara
disebut aerenkim.
3.
Parenkim penimbun, Sel-sel pada parenkim ini berisi
cadangan makanan yang terdapat pada endosperm, daun lembaga, tuber/umbi, dan
lain-lain.
4.
Parenkim air, Sel-sel parenkim terisi penuh dengan air untuk
mempertahankan diri dari kekeringan.
5.
Parenkim pengangkut, Terdapat pada jaringan pengangkut (xylem, floem).
Jaringan ini memiliki dinding parenkim yang dapat mengalami penebalan sekunder
Epidermis
batang tebu (Saccharum officinarum) dari familia
Poaceaeyang telah dibuat
irisan secara membujur diamati di bawah mikroskop dengan perbesaran 400 X. Bagian-bagian
yang teramati yaitu epidermis, sel silika, dan sel gabus. Menurut literatur,
pada batang tebu terdapat sel panjang, sel pendek, sel gabus dan sel silika
(Soeradikoesoemo, 1993).
Daun
jagung (Zea mays) dari familia
Poaceae dibuat irisan secara membujur dan diamati di bawah mikroskop perbesaran 400 X. Bagian-bagian
yang terlihat yaitu sel penutup, sel tetangga, porus, dan epidermis. Tipe stoma
pada daun jagung ini yaitu graminae.Sel penutupnya memiliki bentuk halter.Berdasarkan
pustaka, daun jagung memiliki stomata yang berbentuk diantgus-diasthik seperti
bulat telur, pada stomata terdapat bagiam-bagian diantaranya sel tetangga, sel
penutup, inti sel, dan pada bagian dorsal terdapat jaringan epidermis (Hidayat,
1995).
Irisan
membujur epidermis daun adam hawa (Rhoeo discolor) dari familia
Cammelinaceae diamati di bawah mikroskop dengan perbesaran 400 X. Bagian-bagian
yang teramati yaitu sel penutup, sel tetangga, porus, dan epidermis. Tipe stoma
yang dimiliki yaitu Amaryllidaceae, sedangkan bentuk sel penutupnya yaitu
ginjal. Hal tersebut sesuai dengan referensi yaitu Rhoeo discolor memiliki tipe stoma Amaryllidaceae.
Selain itu, tipe stomanya yaitu anisositik, sel penutup dikelilingi tiga buah
sel tetangga yang tidak sama besar (Hidayat, 1995).
Irisan melintang daun
bunga kumis kucing (Orthosiphon stamineus)
dari familia Lamiaceae diamati dengan perbesaran 400 X. Bagian-bagiannya
yaitu epidermis atas, trikomata, jaingan palisade, jaringan spons, dan
epidermis bawah. Tipe trikomanya yaitu glanduler. Menurut Koleva et al. (2012), daun kumis kucing
memiliki jaringan mesofil yang terdiferensiasi menjadi jaringan palisade dan
jaringan bunga karang. Jaringan palisade pada daun kumis kucing berupa satu
lapis sel, sedangkan jaringan bunga karang tersusun oleh tiga sampai empat
lapis sel.
Irisan
epidermis bawah daun durian (Durio
zibethinus) dari familia Malvaceae diamati dengan perbesaran 100 x.
Bagian-bagian hang teramati yaitu trikoma bentuk sisik dan trikoma bentuk
bintang.Tipe trikomanya yaitu non glanduler.Tipe trikoma non glanduler yaitu
trikoma yang tidak selnya tidak memiliki fungsi sekresi (Hidayat, 1995).
Irisan melintang tangkai
daun bunga tasbih (Canna sp) dari
familia Cannaceae diamati di bawah mikroskop dengan perbesaran 400 X.
Bagian-bagian yang terlihat yaitu aktinenkim dan aerenkim. Aktinenkim adalahparenkim
yang terdapat pada tangkai daun tumbuhan yang batangnya berongga (Schneider & Carlquist, 2014)
V. KESIMPULAN DAN SARAN
A.
Kesimpulan
Berdasarkanhasil dan pembahasan, dapat diambil kesimpulan
yaitu, sebagai berikut :
1. Bagian-bagian yang
teramati pada epidermis
batang tebu (Saccharum officinarum) yaitu epidermis, sel silika, dan sel gabus. Irisan membujur daun
jagung (Zea mays) memiliki sel
penutup, sel tetangga, porus, dan epidermis serta tipe stomanya yaitu graminae.
Irisan membujur epidermis daun adam hawa (Rhoeo discolor) memiliki sel
penutup, sel tetangga, porus, dan epidermis serta tipe stomanya yaitu
Amaryllidaceae. Bagian-bagian dari irisan melintang daun bunga kumis kucing (Orthosiphon stamineus) yaitu epidermis atas,
trikomata, jaingan palisade, jaringan spons, dan epidermis bawah serta tipe
trikomanya yaitu glanduler. Irisan epidermis bawah daun durian (Durio zibethinus) yang teramati yaitu
trikoma bentuk sisik dan trikoma bentuk bintang. Tipe trikomanya yaitu non
glanduler.
2. Jaringan dasar dari
irisan melintang tangkai daun bunga tasbih (Canna
sp) memiliki bagian-bagian yaitu aktinenkim dan aerenkim.
B. Saran
Saran yang dapat
disampaikan yaitu sebaiknya dalam membuat preparat dilakukan dengan hati-hati
dan teliti agar sel-sel yang teramati dapat terlihat jelas
DAFTAR PUSTAKA
Aulia. 2010. Biologi Umum. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.
Bria, E. J. 2018. Analisis Struktur Anatomi
Batang Anyelir (Dianthus caryophyllus
L.) dan Kontribusinya Terhadap Sistematik Ordo Caryophyllales.Jurnal Saintek Lahan Kering, Vol 1 :
8-9.
Campbell,
N. A. 2005. Biologi. Jakarta: Erlangga
Fahn,
A. 1991. Anatomi Tumbuhan Edisi Ketiga. Yogyakarta: UGM
Press
Hidayat,
E. B. 1995. Anatomi Tumbuhan Berbiji.
Bandung: ITB
Iserep,
S. 1993. Struktur dan Perkembangan Tumbuhan. Bandung: ITB.
Koleva
D., Stefanova M, Zhiponova M., & Toteva V. 2012. Effect of N6-
benzyladenine and indole-3-butyric acid on photosynthetic apparatus of 18 Orthosiphon
stamineus plants groswn in vitro. Biol. Plant, Vol 56(4) :
607-612.
Parjatmo.
1987. Biologi Jilid 1. Jakarta: Erlangga.
Savitri,
S. 2005. Petunjuk Praktikum Struktur Perkembangan Tumbuhan (Anatomi
Tumbuhan). Malang: UIN Press
Savitri,
S. 2008. Petunjuk Praktikum Struktur Perkembangan Tumbuhan (Anatomi
Tumbuhan). Malang: UIN Press
Schneider & Carlquist. 2014. Origins and nature
of vessels in Monocotyledons. 14. Vessellessness in Orontioideae (Araceae):
adaptation or relictualism. International
Journal of Botany and Mycology, Vol 32 (4) : 493-502.
Soeradikoesoemo,
W. 1995. Anatomi dan Fisiologi Tumbuhan.
Jakarta: Depdikbud Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah.
Sumardi.
1993. Struktur dan Perkembangan Tumbuhan. Bandung: ITB.
Sutrian,
Y. 2004. Pengantar Anatomi Tumbuh-Tumbuhan
Tentang Sel dan Jaringan. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Komentar
Posting Komentar